IPTABLES


Iptables adalah suatu tools dalam sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter (penyaringan) terhadap (trafic) lalulintas data. Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalulintas data. Dengan iptables inilah kita akan mengatur semua lalulintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang sekedar melewati komputer kita.
IPTables merupakan sebuah fasilitas tambahan yang tersedia pada setiap perangkat komputer yang diinstali dengan sistem operasi Linux dan resmi diluncurkan untuk massal pada LINUX 2.4 kernel pada  January 2001 (www.netfilter.org). Anda harus mengaktifkannya terlebih dahulu fitur ini pada saat melakukan kompilasi kernel untuk dapat menggunakannya. IPTables merupakan fasilitas tambahan yang memiliki tugas untuk menjaga keamanan perangkat komputer anda dalam jaringan. Atau dengan kata lain, IPTables merupakan sebuah firewall atau program IP filter build-in yang disediakan oleh kernel Linux untuk tetap menjaga agar perangkat anda aman dalam berkomunikasi.
Sejak kernel Linux memasuki versi 2.4, sistem firewall yang baru diterapkan di dalamnya. Semua jenis firewall open source yang ada seperti ipfwadm dan ipchains dapat berjalan di atasnya. Tidak ketinggalan juga, IPTables yang jauh lebih baru dan canggih dibandingkan keduanya juga bisa berjalan di atasnya. Maka itu, IPTables sangatlah perlu untuk dipelajari untuk Anda yang sedang mempelajari operating system Linux atau bahkan yang sudah menggunakannya. Karena jika menguasai IPTables, mengamankan jaringan Anda atau jaringan pribadi orang lain menjadi lebih hebat.
             Iptables mengizinkan user untuk mengontrol sepenuhnya jaringan melalui paket IP dengan system LINUX yang diimplementasikan pada kernel Linux. Sebuah kebijakan atau Policy dapat dibuat dengan iptables sebagai polisi lalulintas jaringan. Sebuah policy pada iptables dibuat berdasarkan sekumpulan peraturan yang diberikan  pada kernel untuk mengatur setiap paket yang datang. Pada iptable ada istilah yang disebut dengan Ipchain yang merupakan daftar aturan bawaan dalam Iptables. Ketiga chain tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD.
- INPUT
Mengatur paket data yang memasuki firewall dari arah intranet maupun internet. kita bisa mengelolakomputer mana saja yang bisa mengakses firewall. misal: hanya komputer IP 192.168.1.100 yang bisa SSHke firewall dan yang lain tidak boleh.
- OUTPUT
Mengatur paket data yang keluar dari firewall ke arah intranet maupun internet. Biasanya output tidak diset,karena bisa membatasi kemampuan firewall itu sendiri.
- FORWARD
Mengatur paket data yang melintasi firewall dari arah internet ke intranet maupun sebaliknya. Policy forward paling banyak dipakai saat ini untuk mengatur koneksi internet berdasarkan port, mac address dan alamat IP Selain aturan (policy) firewall iptables juga mempunyai parameter yang disebut dengan TARGET, yaitu status yang menentukkan koneksi di iptables diizinkan lewat atau tidak. TARGET ada tiga macam yaitu:
a.       ACCEPT
Akses diterima dan diizinkan melewati firewall
b.      REJECT
Akses ditolak, koneksi dari komputer klien yang melewati firewall langsung terputus, biasanya terdapatpesan “Connection Refused”. Target Reject tidak menghabiskan bandwidth internet karena akses langsung ditolak, hal ini berbeda dengan DROP.
DROP
Akses diterima tetapi paket data langsung dibuang oleh kernel, sehingga pengguna tidak mengetahui kalau koneksinya dibatasi oleh firewall, pengguna melihat seakan – akan server yang dihubungi mengalami permasalahan teknis. Pada koneksi internet yang sibuk dengan trafik tinggi Target Drop sebaiknya jangan digunakan.
Berikut ini contoh penggunaan firewall iptables untuk mengelolak akses internet.
Policy INPUT
IP Firewall                          = 192.168.1.1
IP Administrator             = 192.168.1.100
IP Umum                            = 192.168.1.200

Pada diagram tersebut, persegipanjang yaitu filter INPUT, filter OUTPUT, dan filter FORWARD   menggambarkan ketiga rantai atau chain. Pada saat sebuah paket sampai pada salah satu persegipanjang diantara IPchains, maka disitulah terjadi proses penyaringan. Rantai akan memutuskan nasib  paket tersebut. Apabila keputusannnya adalah DROP, maka paket tersebut akan di-drop. Tetapi jika rantai memutuskan untuk ACCEPT, maka paket akan dilewatkan melalui diagram tersebut.
Sebuah rantai adalah aturan-aturan yang telah ditentukan. Setiap aturan menyatakan “jika paket memiliki informasi awal (header) seperti ini, maka inilah yang harus dilakukan terhadap paket”. Jika aturan tersebut tidak sesuai dengan paket, maka aturan berikutnya akan memproses paket tersebut. Apabila sampai aturan terakhir yang ada, paket tersebut belum memenuhi salah satu aturan, maka kernel akan melihat kebijakan bawaan (default) untuk memutuskan apa yang harus dilakukan kepada paket tersebut. Ada dua kebijakan bawaan yaitu default DROP dan default ACCEPT.
Jalannya sebuah paket melalui diagram tersebut bisa dicontohkan sebagai berikut:
Perjalanan paket yang diforward ke host yang lain
1.       Paket berada pada jaringan fisik.
2.       Paket masuk ke interface jaringan.
3.       Paket masuk ke chain PREROUTING pada table Mangle. Chain ini berfungsi untuk me-mangle (menghaluskan) paket, seperti merubah TOS, TTL dan lain-lain.
4.       Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel NAT. Chain ini fungsi utamanya untuk melakukan DNAT (Destination Network Address Translation).
5.       Paket mengalami keputusan routing, apakah akan diproses oleh host lokal atau diteruskan ke host lain.
6.       Paket masuk ke chain FORWARD pada tabel filter. Disinlah proses pemfilteran yang utama terjadi.
7.      Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan SNAT (Source Network Address Translation).
8.      Paket keluar menuju interface jaringan.
9.      Paket kembali berada pada jaringan fisik.
Perjalanan paket yang ditujukan bagi host lokal
1.       Paket berada dalam jaringan fisik.
2.       Paket masuk ke interface jaringan.
3.       Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel mangle.
4.       Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel NAT.
5.       Paket mengalami keputusan routing.
6.       Paket masuk ke chain INPUT pada tabel filter untuk mengalami proses penyaringan.
7.       Paket akan diterima oleh aplikasi lokal.
Perjalanan paket yang berasal dari host lokal                        
1.       Aplikasi lokal menghasilkan paket data yang akan dikirimkan melalui jaringan.
2.       Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel mangle.
3.       Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel NAT.
4.       Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel filter.
5.       Paket mengalami keputusan routing, seperti ke mana paket harus pergi dan melalui           interface mana.
6.       Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT.
7.       Paket masuk ke interface jaringan
8.       Paket berada pada jaringan fisik.
Instalasi IPTables
Untuk Melakukan instalasi IPTABLES di computer Linux, kita akan memerlukan kernel versi 2.4.x atau diatasnya. Distribusi Linux belakangan ini sudah menggunakan kernel 2.4.x (bahkan 2.6.x) sudah mendukung paket filter untuk firewall. Maka dari itu kita tidak perlu repot melakukan kompilasi kernel agar IPTables bekerja dengan baik di computer linux.
Kernel Sendiri terdiri dari dua macam, modularized kernel dan monolithic kernel. Saat linux pertama kali diinstal, model kernel yang dimilikinya adalah modularized, jadi kita bisa mengelurakan modu-modul yang kita butuhkan tanpa harus melakukan kompilasi kernel.Bila kita tetap ingin melakukan kompilasi kernel untuk mengoptimasi server linux kita maka IPTABLES membutuhkan beberapa opsi dalam kernel yang harus dipilih dan ini dapat anda dapatkan di buku tutorial IPtabales dan internet karena pada jurnal ini tidak saya lampirkan.
Syntax Pada IPTables
1. Table
IPTables memiliki 3 buah tabel, yaitu NAT, MANGLE dan FILTER. Penggunannya disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Fungsi dari masing-masing tabel tersebut sebagai berikut :
1.      NAT : Secara umum digunakan untuk melakukan Network Address Translation. NAT adalah penggantian field alamat asal atau alamat tujuan dari sebuah paket.
2.      MANGLE : Digunakan untuk melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.
3.      FILTER : Secara umum, inilah pemfilteran paket yang sesungguhnya.. Di sini bisa dintukan apakah paket akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT
2.      Command
Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.
Command
Keterangan
-A
–append
Perintah ini menambahkan aturan pada akhir chain. Aturan akan ditambahkan di akhir baris pada chain yang bersangkutan, sehingga akan dieksekusi terakhir
-D
–delete
Perintah ini menghapus suatu aturan pada chain. Dilakukan dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus.
-R
–replace
Penggunaannya sama seperti –delete, tetapi command ini menggantinya dengan entry yang baru.
-I
–insert
Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.
-L
–list
Perintah ini menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Apabila tabel tidak disebutkan, maka seluruh aturan pada semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada aturan sama sekali pada sebuah tabel. Command ini bisa dikombinasikan dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).
-F
–flush
Perintah ini mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka semua chain akan di-flush.
-N
–new-chain
Perintah tersebut akan membuat chain baru.
-X
–delete-chain
Perintah ini akan menghapus chain yang disebutkan. Agar perintah di atas berhasil, tidak boleh ada aturan lain yang mengacu kepada chain tersebut.
-P
–policy
Perintah ini membuat kebijakan default pada sebuah chain. Sehingga jika ada sebuah paket yang tidak memenuhi aturan pada baris-baris yang telah didefinisikan, maka paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.
-E
–rename-chain
Perintah ini akan merubah nama suatu chain.
3. Option
Option digunakan dikombinasikan dengan command tertentu yang akan menghasilkan suatu variasi perintah.
Option
Command Pemakai
Keterangan
-v
–verbose
–list
–append
–insert
–delete
–replace
Memberikan output yang lebih detail, utamanya digunakan dengan –list. Jika digunakan dengan
–list, akan menampilkam K (x1.000),
M (1.000.000) dan G (1.000.000.000).
-x
–exact
–list
Memberikan output yang lebih tepat.
-n
–numeric
–list
Memberikan output yang berbentuk angka. Alamat IP dan nomor port akan ditampilkan dalam bentuk angka dan bukan hostname ataupun nama aplikasi/servis.
–line-number
–list
Akan menampilkan nomor dari daftar aturan. Hal ni akan mempermudah bagi kita untuk melakukan modifikasi aturan, jika kita mau meyisipkan atau menghapus aturan dengan nomor tertentu.
–modprobe
All
Memerintahkan IPTables untuk memanggil modul tertentu. Bisa digunakan bersamaan dengan semua command.
4. Generic Matches
Generic Matches artinya pendefinisian kriteria yang berlaku secara umum. Dengan kata lain, sintaks generic matches akan sama untuk semua protokol. Setelah protokol didefinisikan, maka baru didefinisikan aturan yang lebih spesifik yang dimiliki oleh protokol tersebut. Hal ini dilakukan karena tiap-tiap protokol memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan khusus.
Match
Keterangan
-p
–protocol
Digunakan untuk mengecek tipe protokol tertentu. Contoh protokol yang umum adalah TCP, UDP, ICMP dan ALL. Daftar protokol bisa dilihat pada /etc/protocols.
Tanda inversi juga bisa diberlakukan di sini, misal kita menghendaki semua protokol kecuali icmp, maka kita bisa menuliskan –protokol ! icmp yang berarti semua kecuali icmp.
-s
–src
–source
Kriteria ini digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan alamat IP asal. Alamat di sini bisa berberntuk alamat tunggal seperti 192.168.1.1, atau suatu alamat network menggunakan netmask misal 192.168.1.0/255.255.255.0, atau bisa juga ditulis 192.168.1.0/24 yang artinya semua alamat 192.168.1.x. Kita juga bisa menggunakan inversi.
-d
–dst
–destination
Digunakan untuk mecocokkan paket berdasarkan alamat tujuan. Penggunaannya sama dengan match –src
-i
–in-interface
Match ini berguna untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket datang. Match ini hanya berlaku pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING
-o
–out-interface
Berfungsi untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket keluar. Penggunannya sama dengan
–in-interface. Berlaku untuk chain OUTPUT, FORWARD dan POSTROUTING
5. Implicit Matches
Implicit Matches adalah match yang spesifik untuk tipe protokol tertentu. Implicit Match merupakan sekumpulan rule yang akan diload setelah tipe protokol disebutkan. Ada 3 Implicit Match berlaku untuk tiga jenis protokol, yaitu TCP matches, UDP matches dan ICMP matches.
a. TCP matches
Match
Keterangan
–sport
–source-port
Match ini berguna untuk mecocokkan paket berdasarkan port asal. Dalam hal ini kia bisa mendefinisikan nomor port atau nama service-nya. Daftar nama service dan nomor port yang bersesuaian dapat dilihat di /etc/services.
–sport juga bisa dituliskan untuk range port tertentu. Misalkan kita ingin mendefinisikan range antara port 22 sampai dengan 80, maka kita bisa menuliskan –sport 22:80.
Jika bagian salah satu bagian pada range tersebut kita hilangkan maka hal itu bisa kita artikan dari port 0, jika bagian kiri yang kita hilangkan, atau 65535 jika bagian kanan yang kita hilangkan. Contohnya –sport :80 artinya paket dengan port asal nol sampai dengan 80, atau –sport 1024: artinya paket dengan port asal 1024 sampai dengan 65535.Match ini juga mengenal inversi.
–dport
–destination-port
Penggunaan match ini sama dengan match –source-port.
–tcp-flags
Digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan TCP flags yang ada pada paket tersebut. Pertama, pengecekan akan mengambil daftar flag yang akan diperbandingkan, dan kedua, akan memeriksa paket yang di-set 1, atau on.
Pada kedua list, masing-masing entry-nya harus dipisahkan oleh koma dan tidak boleh ada spasi antar entry, kecuali spasi antar kedua list. Match ini mengenali SYN,ACK,FIN,RST,URG, PSH. Selain itu kita juga menuliskan ALL dan NONE. Match ini juga bisa menggunakan inversi.
–syn
Match ini akan memeriksa apakah flag SYN di-set dan ACK dan FIN tidak di-set. Perintah ini sama artinya jika kita menggunakan match –tcp-flags SYN,ACK,FIN SYN
Paket dengan match di atas digunakan untuk melakukan request koneksi TCP yang baru terhadap server
b. UDP Matches
Karena bahwa protokol UDP bersifat connectionless, maka tidak ada flags yang mendeskripsikan status paket untuk untuk membuka atau menutup koneksi. Paket UDP juga tidak memerlukan acknowledgement. Sehingga Implicit Match untuk protokol UDP lebih sedikit daripada TCP
Ada dua macam match untuk UDP:
–sport atau –source-port
–dport atau –destination-port
c. ICMP Matches
Paket ICMP digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi-kondisi jaringan yang lain. Hanya ada satu implicit match untuk tipe protokol ICMP, yaitu : –icmp-type
6. Explicit Matches
a. MAC Address
Match jenis ini berguna untuk melakukan pencocokan paket berdasarkan MAC source address. Perlu diingat bahwa MAC hanya berfungsi untuk jaringan yang menggunakan teknologi ethernet.
iptables –A INPUT –m mac –mac-source 00:00:00:00:00:01
b. Multiport Matches
Ekstensi Multiport Matches digunakan untuk mendefinisikan port atau port range lebih dari satu, yang berfungsi jika ingin didefinisikan aturan yang sama untuk beberapa port. Tapi hal yang perlu diingat bahwa kita tidak bisa menggunakan port matching standard dan multiport matching dalam waktu yang bersamaan.
iptables –A INPUT –p tcp –m multiport –source-port 22,53,80,110
c. Owner Matches
Penggunaan match ini untuk mencocokkan paket berdasarkan pembuat atau pemilik/owner paket tersebut. Match ini bekerja dalam chain OUTPUT, akan tetapi penggunaan match ini tidak terlalu luas, sebab ada beberapa proses tidak memiliki owner (??).
iptables –A OUTPUT –m owner –uid-owner 500
Kita juga bisa memfilter berdasarkan group ID dengan sintaks –gid-owner. Salah satu penggunannya adalah bisa mencegah user selain yang dikehendaki untuk mengakses internet misalnya.
d. State Matches
Match ini mendefinisikan state apa saja yang cocok. Ada 4 state yang berlaku, yaitu NEW, ESTABLISHED, RELATED dan INVALID. NEW digunakan untuk paket yang akan memulai koneksi baru. ESTABLISHED digunakan jika koneksi telah tersambung dan paket-paketnya merupakan bagian dari koneki tersebut. RELATED digunakan untuk paket-paket yang bukan bagian dari koneksi tetapi masih berhubungan dengan koneksi tersebut, contohnya adalah FTP data transfer yang menyertai sebuah koneksi TCP atau UDP. INVALID adalah paket yang tidak bisa diidentifikasi, bukan merupakan bagian dari koneksi yang ada.
iptables –A INPUT –m state –state RELATED,ESTABLISHED
7. Target/Jump
Target atau jump adalah perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria atau match. Jump memerlukan sebuah chain yang lain dalam tabel yang sama. Chain tersebut nantinya akan dimasuki oleh paket yang memenuhi kriteria. Analoginya ialah chain baru nanti berlaku sebagai prosedur/fungsi dari program utama. Sebagai contoh dibuat sebuah chain yang bernama tcp_packets. Setelah ditambahkan aturan-aturan ke dalam chain tersebut, kemudian chain tersebut akan direferensi dari chain input.
iptables –A INPUT –p tcp –j tcp_packets
Target
Keterangan
-j ACCEPT
–jump ACCEPT
Ketika paket cocok dengan daftar match dan target ini diberlakukan, maka paket tidak akan melalui baris-baris aturan yang lain dalam chain tersebut atau chain yang lain yang mereferensi chain tersebut. Akan tetapi paket masih akan memasuki chain-chain pada tabel yang lain seperti biasa.
-j DROP
–jump DROP
Target ini men-drop paket dan menolak untuk memproses lebih jauh. Dalam beberapa kasus mungkin hal ini kurang baik, karena akan meninggalkan dead socket antara client dan server.
Paket yang menerima target DROP benar-benar mati dan target tidak akan mengirim informasi tambahan dalam bentuk apapun kepada client atau server.
-j RETURN
–jump RETURN
Target ini akan membuat paket berhenti melintasi aturan-aturan pada chain dimana paket tersebut menemui target RETURN. Jika chain merupakan subchain dari chain yang lain, maka paket akan kembali ke superset chain di atasnya dan masuk ke baris aturan berikutnya. Apabila chain adalah chain utama misalnya INPUT, maka paket akan dikembalikan kepada kebijakan default dari chain tersebut.
-j MIRROR
Apabila kompuuter A menjalankan target seperti contoh di atas, kemudian komputer B melakukan koneksi http ke komputer A, maka yang akan muncul pada browser adalah website komputer B itu sendiri. Karena fungsi utama target ini adalah membalik source address dan destination address.
Target ini bekerja pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING atau chain buatan yang dipanggil melalui chain tersebut.
Beberapa target yang lain biasanya memerlukan parameter tambahan:
a. LOG Target
Ada beberapa option yang bisa digunakan bersamaan dengan target ini. Yang pertama adalah yang digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice, warning, err, crit, alert dan emerg.Yang kedua adalah -j LOG –log-prefix yang digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut.
iptables –A FORWARD –p tcp –j LOG –log-level debug
iptables –A INPUT –p tcp –j LOG –log-prefix “INPUT Packets”
b. REJECT Target
Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut. REJECT bekerja pada chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD atau pada chain tambahan yang dipanggil dari ketiga chain tersebut.
iptables –A FORWARD –p tcp –dport 22 –j REJECT –reject-with icmp-host-unreachable
Ada beberapa tipe pesan yang bisa dikirimkan yaitu icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unrachable, icmp-net-prohibited dan icmp-host-prohibited.
c. SNAT Target
Target ini berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel nat pada chain POSTROUTING, dan hanya di sinilah SNAT bisa dilakukan. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama.
iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j SNAT –to-source 194.236.50.155-194.236.50.160:1024-32000
d. DNAT Target
Berkebalikan dengan SNAT, DNAT digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau chain buatan yang dipanggil oleh kedua chain tersebut.
iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –d 15.45.23.67 –dport 80 –j DNAT –to-destination 192.168.0.2
e. MASQUERADE Target
Secara umum, target MASQUERADE bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option –to-source. MASQUERADE memang didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah.
Seperti halnya pada SNAT, target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain POSTROUTING.
iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –j MASQUERADE
f. REDIRECT Target
Target REDIRECT digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau pada chain buatan yang dipanggil dari kedua chain tersebut.

Analisis Situasi Pasar Handphone Di Indonesia


Perkembangan handphone di Indonesia memiliki dampak pengaruh yang cukup signifikan terhadap penggunaan teknologi di Indonesia. Gadget berupa telfon genggam ini telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1984. Kemunculan pertamanya memang tidak memiliki harapan yang cukup baik. Selain bentuknya yang tidak nyaman untuk diselipkan, harga unit satuannya pun mahal diatas 10 juta rupiah saat itu.

Namun sekarang, survey dari ROA (Research On Asia) Group mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel di Indonesia terus meningkat. Bahkan pada awal 2010, angka pengguna ponsel di Indonesia dikatakan mencapai 133 juta orang. Handphone pada masa sekarang di Indonesia telah menawarkan fitur-fitur canggih seperti 3G yang memiliki tiga standar dalam dunia komunikasi yakni Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.

           Fitur-fitur tersebut sudah banyak digunakan oleh handphone sebelum tahun 2010. Hal yang perlu diperhatikan adalah, teknologi ini terus tumbuh didasari oleh persaingan antara produsen handphone yang masuk ke Indonesia. Para penyedia handphone di Indonesia dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama mewakili Amerika, yakni Motorola dan BlackBerry.Kelompok kedua adalah golongan eropa, yakni Nokia dan Sony Ericsson. dan golongan Asia, yakni Samsung.

       Perkembangan semua produsen handphone di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai pasar handphone yang besar di Asia, hal ini akan membentuk budaya dan selera masyarakat Indonesia terhadap handphone itu sendiri. Hal ini juga akan menentukan produsen mana yang benar-benar cocok bagi perkembangan handphone di awal tahun 2011 nanti.

         Menurut Teori Induced Technological Change, Teori ini berpendapat bahwa perubahan teknologi disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi lain, seperti perubahan faktor, permintaan dan pertumbuhan (Dixon, 1997: 1518). Teori Siklus teknologi yang dikemukakan oleh Hirsch (1967), yang mengikuti pemikiran Kuznets (1953), berpendapat bahwa produk-produk baru akan melewati suatu siklus perubahan sistematis dalam teknologi.

          Untuk mengukur perkembangan teknologi handphone yang berkembang di Indonesia, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan berita dan literature dari berbagai sumber. Metodologi penelitian ini berbasis pada Scenario Analysis dimana akan menganalisa berbagai kemungkinan yang dihasilkan dari berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Analisis ini akan berupa forecasting atau perkiraan terhadap teknologi handphone yang akan berkembang di Indonesia serta perkiraan produsen mana yang paling cocok bagi kebutuhan di Indonesia pada awal januari 2011.

     Kesimpulannya adalah penggunaan handphone di Indonesia terus berkembang dan akan menentukan pasar yang dibutuhkan pada masa depan Indonesia 2011 nanti. Pada akhirnya, hal ini akan membawa pada keinginan masyarakat akan kebutuhan teknologi handphone di Indonesia kearah perkembangan yang diinginkan.

 Latar Belakang

Mengenai sejarah para produsen handphone di Indonesia, salah satu yang tertua adalah Nokia. Nokia awalnya merupakan nama sbuah komunitas di Finlandia Selatan, tepatnya di sungai Emakoski. Nokia merupakan nama perusahaan penggilingan kayu dan pembuat kertas  pada tahun 1920. Pada tahun 1950an, CEO dari perusahaan ini, Bjorn Westerlund merasa bahwa sector ini akan punah dan berencana untuk mengganti arah perusahaan ini kearah perusahaan elektronik. Dalam usaha dan waktu yang lama, pada tahun 1981 Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony(NMT).

Jaringan ini akan menjadi yang pertama di Indonesia pada tahun 1984. NMT juga merupakan jaringan selular pertama di dunia. Sepanjang tahun 80an, NMT mendapat sambutan yang baik dari berbagai Negara. Pada  telepon. dan tahun 1990, CEO yang baru, Jorma Ollila memutuskan untuk memfokuskan perusahaan pada telepon seluler dan jaringan telepon. Telepon GSM pertama pun muncul di Finlandia pada tahun 1991 dan Nokia merajai pasar telepon seluler global. Kini, dengan tenaga kerja sebanyak 54ribu orang, Nokia berhasil melakukan penjualan di 130 negara.

Perusahaan berikutnya yang tidak kalah tua adalah Motorola. Pendiri dari Motorola adalah Paul V.Galvin, beliau adalah ahli dari aplikasi radio khususnya kendaraan seperti mobil. Pada tahun 1928, beliau mendirikan sebuah perusahaan di Chicago bersama saudaranya dan William P Lear. Perusahaan mereka tumbuh dengan pesat meski pada tahun tersebut pertumbuhan ekonomi dalam keadaan yang buruk.

Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 1971 mereka mencoba membuat sebuah alat komunikasi yang portable dan menjadi pionir dalam teknologi komunikasi di dunia. Pada tanggal 3 April 1973 Motorola menyediakan alat komunikasi public yang lambat laun berkembang menjadi telepon genggam. Pada tanggal 10 September 1984 barulah mereka meluncurkan telepon genggam yang ternyata mendapatkan respon yang baik dari public. Hingga saat ini Motorola terus berinovasi dan mencari public yang loyal menggunakan produk andalan mereka.

Berikutnya adalah Sony Ericsson. Perusahaan handphone ini merupakan perusahaan gabungan dari Sony  Jepang dengan Ericsson Eropa. Perusahaan telepon seluler ini berdiri pada tanggal 3 Oktober 2001. Sony sendiri merupakan perusahaan berbasis elektronik sementara Ericsson merupakan perusahaan telekomunikasi selular. Perusahaan induk mereka berada di Inggris, tepatnya London. Namun mereka memilki tim riset di berbagai Negara seperti Swedia, Jepang, Jerman, Cina, AS, India, dan Pakistan.

Asal mula dari penggabungan dua perusahaan tersebut dikarenakan adanya kebakaran fasilitas pembuat chip ponsel. Nokia yang memakai perusahaan yang sama dalam pembuatan chip telah memiliki pabrik alternative bagi perusahaannya. Hal ini berdampak pada persaingan ketat antara dua merek tersebut. Ketidakmampuan Ericsson dalam memproduksi handset yang murah serta dekatnya waktu peluncuran produk mereka, Ericsson mencari perusahaan asia yang dapat diajak bergabung agar dapat menghasilkan biaya yang lebih rendah dari Nokia dalam produksi handset. Pada bulan November 2000 kedua perusahaan ini berhasil bekerja sama untuk menyelesaikan handset 3G untuk jaringan selular mereka. Dan pada tahun 2001, Sony Ericsson telah memiliki tenaga kerja awal sebesar 3500 orang. Strategi dari perusahaan ini adalah mempopulerkan jenis handphone mereka dengan kemampuan selain handphone, seperti ponsel music generasi W dan kehandalan ponsel sebagai kamera dengan orientasi Cyber-Shot pada tahun 2007 silam.

Berikutnya adalah Samsung, perusahaan Korea ini berawal dari bisnis ekspor kecil disana. Pada awalnya perusahaan ini tidak melibatkan barang elektronik, namun produk-produk lain seperti buah-buahan, pabrik tepung dan lainnnya pada tahun 1938. Namun mulai tahun 1958 dan seterusnya, perusahaan ini menjajaki ekspansi ke industry lain seperti keuangan, bahan kimia, serta media. Pada tahun 1969, Samsung electronics berdiri dan memproduksi banyak perangkat elektronik seperti televisi, radio, dan computer. Sejarah handphone dalam perusahaan Samsung berawal pada tahun 1993 dimana mereka memulai memproduksi handphone berjenis CDMA. Menjelang abad 20, mereka mengembangkan jenis telepon pintar dan mengarah pada industry 3G.

Handphone berikutnya adalah Blackberry. Blackberry merupakan pangsa pasar baru di Indonesia. Blackberry didirikan pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada yakni Research In Motion (RIM). Perusahaan ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menyampaikan informasi dengan basis nirkabel. Blackberry pertama kali dikenalkan di Indonesia pada pertengahan 2004 oleh operator Indosat. Berbeda dengan jenis handphone lainnya, basis dari handphone ini adalah Broadband yang menangani seluruh akses data dari handphone ini.

Di Indonesia, perusahaan Starhub merupakan bagian dari pelayanan teknis terhadap instalasi Blackberry.  Indosat menyediakan layanan Blackberry Internet Service(BIS) dan Blackberry Enterprise Server(BES) Pasar Blackberry kemudian diikuti oleh dua operator besar lainnya di tanah air yakni Excelkom dan Telkomsel. Excelkom memberikan dua pilihan layanan yaitu Blackberry Internet Service(BIS)  dan Blackberry Enterprise Server+ (BES+). BES+ adalah layanan gabungan dari BES dan BIS, yang ditujukan bagi pelanggan korporasi sehingga mereka dapat menerima dan mengirim email kantor yang berbasis Microsoft Exchange, Lotus Domino, Novel Wise dan 10 akun e-mail berbasis POP3/IMAP melalui telepon genggam.

Sementara, operator Telkomsel hanya menyediakan sebagian dari layanan korporasi dengan Blackberry Enterprise Server. Layanan Blackberry pada awalnya  hanya bisa diakses melalui smartphone Blackberry saja. Namun kelanjutannya, ketiga operator ini telah menyediakan fasilitas Blackberry Connect yang memungkinkan Blackberry Internet Solution diakses melalui smartphone jenis lain seperti Sony Ericsson P910i, M600i, Nokia (N-9500, N-9300, N-9300i, E61), dan lainnya. Fasilitas Blackberry sejauh ini memang baru dimanfaatkan oleh para pengguna pribadi dan korporasi, belum merambah hingga bidang pemerintahan dan intelijen seperti di negara-negara lain.